Tian berjalan di koridor rumah sakit seorang diri. Darrel menghubunginya dan meminta berbicara empat mata. Pria itu sekarang tengah berada di taman rumah sakit, menunggunya. Sementara Lucy, asik bercengkrama bersama Mommy, Mamanya, dan Anne. Entah, mengobrol apa. Urusan wanita mungkin. "Hei," sapa Tian. Ia duduk di kursi taman, sedang Darrel berdiri. Sekilas Darrel hanya melirik Tian saja tadi. "Yudha sudah menemukannya. Dari negara tempatku menikah dan membawa ke sini." Darrel memberi tahu Tian tentang dalang di balik pengiriman video itu. "Cepat juga ya." "Dia lebih bisa diandalkan dibanding dirimu." Tian berdecak, temannya itu suka sekali mengolok dirinya. "Kau lupa, aku banyak membantumu soal Anne. Harusnya kau berterima kasih padamu." "Tidak perlu terima kasih kalau aku sudah me

