Dia yang kini mendekapku, tidak pernah terbayangkan kehadirannya sebelumnya. Aku mengenalnya hanya sekedar kenal, tidak ada kedekatan lebih diantara kita berdua. Kedekatan kita berawal dari kesalahan, kesalahan yang tidak seharusnya terjadi. Menyesal? Awalnya. Namun, jika tahu bahagia seperti ini yang akhirnya aku dapat. Rasanya penyesalan itu tidak ada artinya. Rasanya hangat, nyaman, dan menenangkan. Debar jantung dan tubuh yang aku dekap ini hanya untukku, milikku seorang. Tidak boleh ada yang menikmati selain diriku. Suamiku, terima kasih. Terima kasih untuk perjuanganmu meyakinkanku jika cintamu untukku nyata. Terima kasih telah memilih terus berada di sisiku. Menerimaku dengan segala kekuranganku. Aku tidak tahu apa yang bisa dibanggakan dariku. Tapi aku tahu, siapa yang bisa a
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


