----------------------------------- ALYA KIRANA DJATI (POV) : ----------------------------------- Kamu bisa menorehkan ingatan buruk di hidupku. Kamu mampu merubah persahabatan indah menjadi permusuhan batin. Kamu sanggup membuat keluarga, sahabat dan aku menangis. Tapi, aku tidak akan menyerah. Aku harus hidup. Aku harus terus berjalan. Menciptakan kebahagiaanku lagi. Aku bertahan. "Na? Sayang, kamu kenapa bengong?" Dimas mengerak-gerakkan lenganku saat kami berdua sedang duduk santai di kantin, menunggu bakso pesanan kami dihidangkan. Sudah delapan bulan berlalu, sejak Riana bertemu denganku terakhir kali di taman, kala itu. Dan baru saja, aku berpapasan lagi dengannya. Dia menunduk hormat. Namun kali ini, dia tidak sendiri. Ibu Widi dan Dewi berjalan bersama di belakangn

