----------------------------------- ALYA KIRANA DJATI (POV) : ----------------------------------- Setelah memakai gaun steril pengunjung ICU, aku menelurusi lorong yang tidak terlalu panjang ini, untuk mencapai pintu masuk kedua, melalui pintu kaca di depanku ini. Dimas yang awalnya hanya mengantarkanku sampai pintu itu, aku tarik untuk menemaniku di dalam. Ruangan yang begitu besar ini, terasa sangat dingin, dengan suasana yang sunyi senyap. Hanya terdengar suara bip-bip monitor dari enam pasien yang terbaring lemah di masing-masing ranjang. Padahal bila dipikir, di sini cukup ramai orang dengan enam perawat di nurse station di tengah ruangan, dua dokter ICU di ruangannya, enam pasien dan enam orang penunggu di samping pasien. Tambah aku dan Dimas. Begitu masuk pintu, mataku son

