55. Ingin mati saja Lydia baru saja selesai mandi dan berganti baju pemberian dari wanita n***o yang bernama Theresa. Sebenarnya Lydia merasa risih menggunaan pakaian murahan pemberian Theresa. Akan tetapi dia membutuhkannya saat ini. Sama dengan aroma sabun dan sampo yang murahan yang kini tercium dari kulit dan rambutnya. Ini masih mending dari pada aroma busuk telur dan sampah yang lengket di kulitnya. Memikirkannya saja membuatnya begidik jijik. Lydia menyisir rambut pirangnya dengan kedua jemarinya. Tubuhnya lelah sekali, jadi dia berencana merebahkan tubuhnya sejenak lalu pergi meninggalkan motel jorok ini setelah tubuhnya lebih segar lagi. Dia meraba tempat tidur yang beralaskan sprei bersih. Ah setidaknya tempat tidurnya lumayan bersih, batin Lydia. Lydia merebahkan diri da

