Hanya sebuah nama

1903 Kata

Juli tidak menampar Andre ataupun membalas ciumannya yang ia kira itu napas darurat lagi. Hangat bibir Andre dan hembusan napasnya, sempat membuat Juli terdiam memejamkan mata dan terlena seperti merasakan ciuman pertamanya bersama Arya, pacar pertamanya saat duduk di kelas satu SMA. Ciuman yang kedua kali ini terjadi begitu saja, dan membuat terdiam menatap Andre yang tersenyum tipis, menanti jawaban yang tentu saja sudah ia ketahui. "Aku sudah punya calon suami, Ndre. Sebaiknya kau cari wanita lain saja." Ucap Juli membuang wajah. Ia menghargai perasaan Andre tapi sayangnya tak bisa membalas. Andre tertawa kecil. Ia tak terkejut semenjak mendapat info dari orang suruhan Fernando yang memata- mematai kehidupan Juli selama setahun, baik tentang pekerjaan, sahabat ataupun pria yang seda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN