Tiga Puluh Sembilan

1697 Kata

Aku belajar untuk tidak menangis, sayang. Aku belajar. Hanya saja aku membutuhkanmu dalam prosesnya. -Dini Meditria _____ Alfath berlari menyusuri koridor rumah sakit dengan panik, jantungnya berdetak kencang setelah mendengar kabar kecelakaan Kai dari Mertuanya. Saat Alfath tiba di UGD, seluruh keluarga Kai sudah berkumpul bersama seorang pria yang familiar di mata Alfath. Kemeja pria itu berlumuran darah dan hal itu membuat hati Alfath mencelos. "Bagaimana bisa?" suara panik Haris yang pertama kali Alfath dengar. Wajah pria itu kentara sekali gusar, sedangkan Mami Kai sudah menangis dalam pelukan Papi Kai. "Gue gak sempat lihat bang, yang gue lihat hanya tubuh Kai yang terlempar lalu setelah itu gue lari keluar" jawab pria itu. Kemejanya tergulung hingga siku dan telapak tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN