Mark kemudian menemui orang-orang yang berusaha memerkosa Alisa. Dia yakin jika orang-orang itu pasti diperintahkan seseorang karena itulah mereka berani terhadapnya. Dengan senang hati dia dan para pengawalnya bersenang-senang menjadikan orang-orang itu samsak hidup tapi mereka tetap tidak mengaku dan terus mengatakan jika mereka tidak tahu siapa yang memerintahkan mereka. Saat satu jari mereka dipotong dan mereka masih tidak mengatakannya, Mark tahu jika mereka tidak berbohong. Mereka mengatakan orang itu hanya memberikan mereka sebuah amplop dengan isi lengkap tentang kejahatan mereka dan akan membeberkannya pada polisi jika mereka tidak mau melakukannya. Mark kemudian melepaskan mereka setelah membuat mereka babak belur dan tentu saja kehilangan satu jari. Dia merasa heran kenapa Ali

