Ketika Zayn membawanya keluar, Zara sudah tidak sadarkan diri. Kegelapan mengkonsumsinya sampai kemudian dia terbangun di sebuah bangkar rumah sakit. Zara seolah merasa seperti déjà vu, dia mengerjapkan mata berulang kali hanya untuk memastikan bahwa dirinya memang benar berada di rumah sakit, Zara takut dia akan terbangun kembali di dalam kamar pondok kayu itu dan mendapati bahwa semuanya hanyalah mimpi dan dia masih harus berhadapan dengan Rasyid dan Rony. Napas Zara tercekat ketika dia mencoba untuk menggerakkan lehernya yang terasa kebas. Zara mencoba untuk bangkit, namun tidak bisa. Kedua matanya melebar sempurna dan dia nyaris saja terlonjak dari tempat tidurnya tatkala merasakan sentuhan dingin tangan seseorang di tangannya. “Itu karena pengaruh obat biusnya, tenanglah.” Barulah

