Pria itu berdiri di ambang sebuah pintu putih yang tertutup rapat. Hanya tinggal memasukkan beberapa digit angka di sana, maka pintu itu akan terbuka dengan sendirinya. Namun Zayn ragu-ragu. Dia melihat sekali lagi pada layar ponsel, memastikan sesuatu. Menghela napas pendek sekali, Zayn pun membuka pintu tersebut. Ruangan gelap dan sunyi, tidak ada tanda-tanda seseorang telah datang. Zayn pun melangkah semakin masuk ke dalam untuk menyalakan saklar lampu. Ketika itulah, Zayn merasakan sapuan lembut tangan seseorang membelai bahunya dan memeluknya erat dari belakang. Zayn sangat kenal aroma parfum ini, dia lalu tersenyum dan menekan saklar lampu, lalu berbalik untuk menatap wajah cantik kekasihnya yang saat ini balas menatapnya dengan mata berseri. “Aku pikir kau berbohong,” ucap Zayn,

