Anika terbangun dan memegang kuat kepalanya yang terasa amat sakit dan berat, d**a yang sesak dan begitu sakit melebihi rasa sakit kepalanya. seperti orang linglung Anika segera ke kamar mandi, ia bahkan tidak menyadari dimana ia saat ini. seolah tak terjadi apapun Anika bersiap untuk pulang ke rumahnya dan Dewa. matanya sendu karena banyak menangis dan karna sedang sakit. Kevin yang duduk di luar menunggu anika sadar bingung dengan sikap Anika " kamu mau kemana? kamu lagi sakit sayang..." kata Kevin sambil memegang dahi Anika mengecek suhu tubuhnya yang kevin rasa sangat panas bahkan lebih panas dari sebelum Anika pingsan. " Anika mau pulang, mas Dewa pasti menunggu Anika pulang... " nggak Anika kamu nggak boleh kesana, " nggak Anika mau pulang pak kevin, antarin Anika ya pak " sa

