pertemuan Arya dan Dewa

1209 Kata
seharian bekerja Anika selesai dan mencari kafe bagus untuk memperkenalkan Arya dapat Dewa. Anika tampak antusias dan berharap Dewa akan menyukai Arya dan memutuskan perjodohan dengan Anika. Anika sudah janjian dengan Arya namun Arya tidak tau tujuan Anika untuk mengenalkan Dewa padanya. sudah jam setengah 6 sore, Arya tiba duluan di kafe tempat janjian itu. anika dan Dewa datang bersama. Arya melihat kedatangan Anika dan melihat Dewa di belakangnya. Arya langsung berdiri menyambut Anika dan Dewa " Arya kenalin ini mas Dewa teman Anika sejak kecil" ucap Anika memperkenalkan " saya Arya pacar Anika, kami sudah lama pacaran tapi saya belum mengenal satu pun keluarga Anika, senang bertemu kamu" ucap Arya mengulurkan tangan ingin bersalaman dan langsung di sambut Dewa " kamu pacaran diam diam dari ibu? " tanya Dewa "mungkin karna saya hanya honorer, suatu saat saya akan menemui ibu Anika " kata Arya lagi " saya Dewa tunangan Anika jadi sebaiknya kamu menjauhi Anika " " mas Dewa apa apaan sih, mas kan bilang nggak setuju dengan perjodohan itu" ucap Anika panik melihat reaksi Arya " kamu ajak aku kesini untuk memperkenalkan tunangan kamu Anika? kenapa? sengaja mau nyakitin aku? " " nggak Arya, nas Dewa tolong jelasin" " mas nggak pernah bilang menolak perjodohan kita Anika, " " iya lalu kenapa bilang disini di depan Arya? " "karna dia harus jauhin kamu, " " mas Dewa jahat, Arya dengerin Anika, bukan ini tujuan aku, aku memang di jodohkan dengan mas Dewa tapi aku nggak mau, makanya aku ajak mas Dewa untuk ketemu kamu, " " saya memang belum layak untuk Anika mas, tapi saya akan berusaha agar bisa dengan bangga menemui Ibu Anika dan meminta putrinya" ucap Arya dengan wajah yang terlihat kesal juga kecewa " Anika hanya mau sama kamu Arya, kita akan usaha sama sama" " nggak Anika, kamu nggak boleh berhubungan dengan lelaki tanpa izin ibuk, kalau memang Arya serius sama kamu dia akan usaha mendekati ibu, " ucap Dewa " tentu mas saya akan lakukan itu, " "terlambat saya dan Anika akan menikah" jawab Dewa santai. melihat kekecewaan di wajah Arya Anika tidak tega dan tidak bisa menjelaskan lagu, Anika memilih pergi dan Dewa mengejar Anika, sedangkan Arya masih terdiam tak bergerak Anika berhenti di sebuah taman kota dan duduk. Dewa mengikuti Anika dan duduk di sebelahnya " kenapa mas Dewa tega, Arya pasti salah paham , kenapa mas Dewa berubah pikiran " tanya Anika tanpa melihat ke arah Dewa yang duduk di sebelah nya. " mama sakit Anika, mas harus segera mewujudkan keinginan mama, " " mama sakit apa mas, Anika liat mama baik baik aja" " kamu nggak liat mama lemah gitu, Anika tidak bisakah kita menikah aja? mas nggak akan melarang kamu melakukan apapun, kamu masih bisa tetap kuliah dan kerja, sebagai anak sudah waktunya kita menuruti keinginan orangtua, mas udah kerja dan mapan" " Anika nggak bisa mas, masih banyak hal yang ingin Anika lakukan dan pernikahan akan menghambat cita cita Anika. dan kontrak kerja Anika tidak memperoleh kan Anika menikah. tolong mas.. " rayu Anika " kenapa kamu tidak mau menikah dengan mas Anika? tanya Dewa lagi sambil menatap mata Anika " mas Dewa kaka buat Anika, nggak mungkin nikah . Anika ingin menikah atas dasar cinta seperti mas Rama dan mbak Ana, Anika juga berhak menentukan pilihan Anika sendiri dan Anika ingin menikah dengan lelaki yang Anika cinta bukan dengan cara perjodohan seperti ini. menikah hanya sekali Anika ingin seperti ayah dan ibuk hanya maut yang memisahkan mereka. apa terlalu besar keinginan Anika? " " lalu gimana ibuk dan mama? gimana dengan janji mama ke ayah kamu? "tanya Dewa lagi " Anika memang bukan anak yang baik mas" jawab Anika yang lalu meninggalkan Dewa Dewa tidak mengikuti Anika. sungguh bingung dengan yang ia hadapi saat ini. mamanya tambah lemah dan keinginannya Hanya ingin melihat Dewa dan Anika menikah, sementara memaksa Anika juga bukan pilihan yang tepat Anika tidak harus berkorban sebesar itu. pernikahan bukan hal yang sepele. Anika sampai dirumah dan Rama memanggilnya. Anika dan Rama berbicara berdua di teras belakang rumah " gimana keputusan kamu Anika " tanya Rama " Anika nggak mau mas, udah lah tolong, Anika udah lelah dengan masalah ini, keputusan Anika udah bulat Anika nggak mau menikah dengan mas Dewa, jangan paksa Anika mas... " pintu Anika " ini adalah keinginan terakhir ayah kita Anika " ucap Rama lagi " mas... Anika ingin seperti ayah dan ibuk saling mencintai hanya maut yang memisahkan mereka, Anika juga berhak bahagia mas, dan Anika masih muda belum mau menikah. tidak sekarang" " kamu terlalu keras kepala Anika " ucap Rama kesal " terserah mas Rama mau bilang apa! " Anika masuk ke kamar dan langsung menelpon Arya " ya" jawab Arya dingin " Arya Anika minta maaf ya, tapi Anika serius Anika nggak setuju dengan perjodohan ini, Anika belum kepikiran untuk menikah saat ini. tolong jangan marah ya, Anika udah cukup lelah dengan masalah ini. Anika butuh kamu Arya untuk menguatkan Anika, tolong percaya sama Anika " mohon Anika " iya sayang, kasih aku waktu 2tahun, aku akan berusaha agar bisa menjadi lelaki yang layak untuk kamu" " makasih ya Arya' " iya sayang, kamu istirahat ya sekarang Anika pun merasa lega setelah berbicara dengan Arya. anika melihat banyak chat dari Dewa dan mengabaikannya. saat ini Dewa adalah orang yang tidak ingin ia temui esoknya anika bekerja seperti biasa, sibuk dengan berkas dan jadwal bos nya yang padat. sikap dingin bos nya itu membuat anika agak sulit berkomunikasi dengan bos nya. saat ini Anika sedang membuat salinan berkas yang di perlukan dan menyimpan semua data di PAD bos nya pak Kevin Sanjaya. besok pak Kevin aka keluar kota untuk menemui klien dan meninjau lokasi konstruksi. " pak, semua berkas untuk perjalanan bapak udah siap semua" ucap Anika " ini udah jam 5 saya pulang duluan ya pak, semoga perjalanan bapak besok lancar" ucap Anika lagi " hemm, perjalanan saya? " " iya kan bapak ada perjalanan dinas besok" " ya saya tau, memangnya kamu tidak ikut? " " kenapa saya ikut pak "? " " kamu itu sekertaris saya, siapa yang akan membantu pekerjaan saya kalau saya pergi sendiri, lagian kamu tidak baca chat saya pesan tiket pesawat dua pulang pergi juga kamar hotel nya selama 2 hari? " " saya udah siapin pak " " lalu? " " saya beneran harus ikut pak " tanya Anika lagi Kevin lalu meletakkan penanya sedikit kuat membuat Anika gugup " kamu masih mau jadi sekertaris saya? " " ya mau pak, " " lalu? " Anika menghela napasnya. ia bukan tidak tau akan ikut perjalanan dengan pak Kevin hanya saja Anika ragu karena selama ini Anika tidak pernah pergi jauh dari kota kelahiran nya ini apa lagi harus naik pesawat, Anika sangat takut " tapi pak... boleh kalau saya tidak ikut? " tanya Anika lagi sambil memberikan senyum terbaiknya sapa tau pak Kevin akan berbaik hati " boleh" jawab pak Kevin santai " tapi besok jangan datang lagi ke kantor ini" " maksudnya saya di pecat? " " ya itu pilihan kamu kan? " " nggak pak saya masih ingin kerja, saya kan siapkan semuanya. saya akan di kantor lebih pagi besok" " bagus" Anika pun keluar dari ruangan pak Kevin. " menarik " ucap Kevin
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN