Bab 67 - Masih Ada Penyusup

1557 Kata

"Leon, Papa, mataharinya sudah mulai turun. Kita jadi berangkat sekarang?" tanya Tiana lembut. Dia berdiri di ambang pintu teras, mengenakan dress sifon putih panjang yang sopan dengan cardigan rajut di bahunya. Rambutnya diikat setengah, membuatnya terlihat anggun. Leonel yang sedang berdiri di dekat pilar teras langsung menoleh. Tangan kanannya yang baru saja menyentuh pistol di balik pinggangnya turun kembali ke sisi tubuh. "Jadi, Sayang. Kami sudah siap," jawab Leonel tenang. Alvaro berjalan mendekat dengan tongkat naganya. Langkahnya tegap. "Ayo, Nak. Papa ingin melihat sunset yang kamu ceritakan tadi. Katanya pemandangan terbaik ada di balik bukit karang?" "Iya, Pa. Dari sana kita bisa lihat laut lepas tanpa halangan. Tapi jalannya agak menanjak sedikit, Papa tidak apa-apa?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN