Michele menyodorkan segelas air hangat dengan sedotan ke arah bibir Tiana. Gadis cerdas itu berbicara dengan nada yang sangat lembut namun masuk akal untuk menenangkan kakak iparnya. "Kak Tiana harus minum air ini perlahan," bujuk Michele dengan senyum tipis. "Kak Leonel pasti sedih kalau istrinya jatuh sakit saat dia sedang berjuang untuk sembuh di ruang operasi." Tiana menatap air itu dengan pandangan kosong. Namun dia menurut dan menyesapnya sedikit demi sedikit karena ucapan Michele memang benar. Tiba-tiba pintu kamar perawatan terbuka lebar. Tiana langsung menoleh ke arah pintu. Matanya yang sembab membelalak saat melihat kehadiran ibunya. Gelas di tangan Michele hampir tersenggol saat Tiana berusaha bangun dari sandarannya. "Mama," isak Tiana dengan suara parau. Tiara b

