“Aku tidak pintar akting, apalagi manipulatif sepertimu. Jadi, aku tidak akan repot bersikap ramah seolah kita baik-baik saja.” “Ini tidak akan baik bila diteruskan,” kata Dillah, tak setuju dengan sikap Athaar. Mereka bisa mencuri atensi pengunjung lain resto. Athaar memilih diam, karena istrinya. “Aku tidak bisa menahan diri untuk menyapa, setelah lama tidak bertemu. Bagaimana pun berakhirnya hubungan kita, kita pernah bersama sebelum itu." Baik Athaar maupun Dillah memilih diam. Sejujurnya, Dillah coba membaca tujuan Rea mengatakan demikian saat Athaar bersamanya. Rea menghela napas dalam, menatap mantan suaminya dengan penyesalan karena tahu dulu ia bertubi-tubi menyakitinya, “aku turut berbahagia melihat kehidupan Aa sekarang. Atas kelahiran anak pertama Aa. Hanya itu yang m

