Bidadariku

3708 Kata

~Athaar POV Aku memang sudah pernah menjadi pengantin, pernah mempersiapkan diri untuk menikahi perempuan pilihanku. Ketika itu aku tenang, seperti tak ada gugup sama sekali. Namun, kali ini sejak semalam nyaris tidak bisa tidur selain menerima banyak tamu, keluarga dan teman yang datang lebih dulu. Berkumpul di rumah karena Ibu mengadakan pengajian untuk kelancaran pernikahanku dan Dillah serta doa restu pada semua orang. “Hampir kesiangan, mana pintunya kamu kunci segala!” decak Althaf. Ya, karena hampir sulit tidur dan jam dua aku baru tidur, jadilah aku hampir kesiangan. Aku menguap sesekali, melepas peci dan sarung, kami baru kembali dari salat subuh di masjid. “Aa minum dulu teh hangatnya ya, sarapan dulu.” “Iya, Bu.” Kataku duduk, kemudian menghangatkan perut dulu. Ibu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN