Chapter 5--Telat... . . Gelisah, belakangan ia terus memikirkannya terutama setelah terlambat hampir satu minggu dari tanggal-tanggal biasanya dia datang bulan. Nyaris frustrasi sampai ia menangis setiap malam hingga tertidur, saat bersama keluarganya, ia berusaha tetap tenang, berperan baik menyembunyikan perasaan bersalahnya. Bagaimana jika terlambatnya datang bulan pertanda jika obat pencegah itu tak berfungsi seratus persen seperti yang Pak Nolan katakan? Terdorong mencari tahu plan lain andai malam itu benar-benar membuahkan hasil, ia mencari informasi. Kian mencari jawaban, justru kian merasa sesak sambil menunduk, menatap perutnya nyaris putus asa. Hati kecilnya merasa bersalah jika pun ada cara yang ia temukan, apa bisa tega ia melakukannya? Candani menghela napas dalam-da

