Wajah ratu Finix seketika pucat, apa panglima Han curiga?
"Ada apa panglima Han?" Seru ratu Finix dengan senyum di paksakan, "kau tahu, jika kau berani mengganggu ketenangan istana, kau bisa di jatuhi hukuman."
Panglima Han menunduk hormat, "aku tahu itu yang mulia, namun aku memiliki alasan, aku hanya ingin menyarankan, bagaimana jika semua makanan di periksa dulu sebelum di santap."
Ratu Finix yang mulai panik kembali berujar, "apa... Apa maksudmu melakukan ini semua?"
Panglima Han tidak tahan dengan drama yang selalu di tunjukkan wanita itu, "menurut tabib yang memeriksa Selir Yiping, ada racun di tubuh nya saat dia baru saja di temukan dari dasar jurang. Dan aku jadi menyimpulkan, sebelum dia sengaja di lempar ke dalam jurang, ada seseorang yang sengaja meracuninya, kemudian tubuhnya di lempar ke jurang demi menghilangkan jejak."
Wajah Selir Lisun dan Selir Xio Er seketika memutih layak nya mayat, mereka hanya bisa menunduk dalam, sedangkan ratu Finix berusaha untuk terlihat senormal mungkin, dan kepalanya sibuk memikirkan alasan. "Jadi secara tidak langsung, kau ingin mengatakan ada orang yang berniat mencelakai Selir Yiping Xie, begitu?"
"Benar yang mulia, dan pelaku nya juga ada di ruangan ini."
Tiba-tuba tenggorokan ratu Finix menjadi kering dan dia kesulitan menelan salivanya, telapak tangan nya mendingin tapi dia harus bisa tetap bersikap tenang, "kau tidak bisa menuduh orang tanpa bukti, itu namanya fitnah, semua orang juga tahu, tidak akan ada yang akan mempercayaimu jika kau hanya bicara omong kosong tapi sama sekali tidak ada hal yang memperkuat analisis mu."
"Walaupun saat ini aku hanya memiliki analisis, tapi setidak nya yang ku katakan ini masuk akal bukan? Aku juga punya saksi, tabib yang memeriksa Selir Yiping Xie juga masih ada, dia bisa menjelaskan racun apa yang bersarang di tubuh selir Yiping Xie. Jika benar itu terjadi, bukan kah itu dia memang sengaja ingin di bunuh?"
"Lalu untuk alasan apa orang ingin membunuh nya? Semua orang tahu skandal yang telah ia buat, dia diam-diam memilki pria idaman lain, dia sengaja bunuh diri karena dia terlalu mencintai pria itu. Kenapa kita tidak tanyakan saja pada nya?"
Panglima Han berpikir wanita ini sungguh licik, sejak tadi berusaha membolak balik kan fakta, "ku rasa alasan selir Yiping hendak di bunuh karena masalah kecemburuan seseorang." Perkataannya itu jelas membuat Ratu Finix sedikit gemetar. "Dan alasan selir Yiping memiliki pria idaman lain adalah rekayasa si pembunuh nya."
Sial... Kenapa panglima sialan itu bisa menebak semua rencananya, laku setelah ini, bagaimana Ratu Finix membuat sanggahan, dia semakin terpojok dan seolah tak bisa lari lagi, "tapi tanpa bukti, kau tidak bisa menuduh orang sembarangan dan bicara omong kosong seperti itu." Ya... Setidak nya dia masih memiliki tameng, dia tahu panglima Han sama sekali tak memiliki bukti, masalah saksi, dia akan segera menyingkirkannya, dia akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi tujuannya.
Kaisar Lee yang sejak tadi diam, kini mencoba bersuara, "aku tidak suka keributan saat aku sedang ingin makan."
Semua mendadak menjadi hening kembali ketika pria itu mulai bersuara, "baiklah, untuk ketengan bersama, silahkan datangkan tabib ahli racun untuk memeriksa makanan ini semua, jika terbukti ada racun di salah satu makanannya, maka aku akan mencari tahu siapa pelakunya dan memberikan hukuman yang sangat berat padanya."
Ratu Finix seketika seperti tercekik udara di sekitarnya, dadanya tiba-tiba menjadi sesak, dia ingat racun itu tepat nya di mana, di mangkuk makan Yiping Xie, kini dia hanya harus mencari cara, bagaimana menyingkirkan mangkuk itu sebelum tabib ahli racun datang dan memeriksanya.
Ratu Finix merasa beruntung karena dia pernah mempelajari ilmu bela diri sekaligus bagaimana cara menggunakan tenaga dalam nya, guru nya dulu sempat mengajarinya bagaimana cara menggerakkan benda dari kejauhan. Dan dia akan mempraktekannya sekarang. Dengan sedikit gerakan tangan, dia mencoba mengumpulkan semua titik Cakra yang ada di dalam tubuhnya, kemudian mengalirkannya ke udara dan menuju tepat pada benda bulat kecil cekung yang ada di depan Yiping Xie.
Prank...
Semua tampak terkejut ketika tiba-tiba saja benda pecah belah itu jatuh ke lantai.
Ratu Finix segera menyimpan tenaga dalam nya kembali, setelah lama tak melakukannya, melakukan hal sekecil itu saja membuatnya sedikit lemah dan hampir limbung.
Tiba-tiba Ratu Finix hampir terjatuh dari duduk nya, namun beruntung kaisar Lee yang ada di dekatnya sigap menangkap tubuhnya.
"Ratu..." Yang lain berseru panik.
Di saat yang bersamaan, tanpa sengaja kaki Susan Xie menginjak pecahan beling ada di bawahnya, "augh... Kakiku" Dia meringis kesakitan, sepatu tipisnya mulai mengeluarkan cairan merah yang merembes dari dalam, melihat itu panglima Han sigap menghampirinya. "Yang mulia... Yang mulia tidak apa-apa?" Wajah pria itu terlihat panik.
Kaisar Lee yang melihat pemandangan itu menjadi sedikit tidak suka, dan ratu Finix yang melihat perubahan di wajah Kaisar Lee diam-diam merasa senang, bagus jika kaisar Lee mulai membenci kedekatan panglima Han dengan Sulit jalang itu, pikirnya.
"Yang mulia, tiba-tiba aku tidak enak badan, tubuhku sangat lemas," ujar ratu Finix sehingga membuyarkan lamunan kaisar Lee, di lihatnya wajah wanita yang ada dalam dekapannya itu, sepertinya dia berkata jujur, tanpa banyak bicara, kaisar Lee segera berdiri dan membopong tubuh wanita itu. Di perlakukan begitu oleh sang Kaisar, tentu saja Ratu Finix merasa bangga, dia merasa, dia tetap yang terbaik di hadapan suaminya.
Dan di sisi lain, panglima Han melakukan hal yang sama, tiba-tiba dia mengangkat tubuh Susan Xie dan membopongnya.
Susan Xie hanya bisa membelalakkan matanya, sementara itu panglima Han menarik sudut bibirnya dan berkata, "aku hanya ingin menolongmu, aku akan mengantarmu hingga ke mata, dan biar tabib yang akan mengobati luka di kaki mu nanti." Setelahnya pria itu mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Kaisar Lee hanya bisa terdiam di tempat, dia tidak mengerti apa yang terjadi dalam hatinya, kenapa ada perasaan tidak senang melihat kedua orang itu begitu dekat?
Ratu Finix lagi-lagi menggunakan kesempatan itu untuk menghasut kaisar Lee, "yang mulia lihat sendiri kan? Mereka berdua, selir Yiping dan panglima Han, sengaja bermesraan di depan kaisar, apa mereka sengaja ingin mempermalukan Kaisar?"
Kaisar Lee memilih untuk tetap diam, dia paling tidak suka jika di ajari orang lain, meski begitu dia akan terus memikirkan apa yang dikatakan orang lain terhadapnya.
"Sebaiknya aku antar kau ke kamarmu." Ratu Finix merasa senang, kaisar Lee sangat perhatian padanya, dia pun tanpa ragu menyembunyikan wajahnya di d**a bidang pria itu dengan manja.
Bersambung.