Ratu Finix, selir Lisun dan selir Xio Er nekad pergi ke tepi hutan terlarang meski hari sudah menjelang gelap. "Tempat ini seram sekali, bagaiman kalau kita kembali saja," usul selir Xio Er sembari menyapukan pandangannya ke sekeliling. Gelap, sunyi, dan senyap, cahaya bulan tertutup awan hitam yang menggantung di atas sana, udara malam itu juga terasa begitu dingin. suara burung hantu yang bersahutan membuat bulu kuduk merinding, "ini gelap sekali, aku takut." Ujar selir Xio Er lagi. Dia mendekat ke arah selir Lisun dan memengangi pundak wanita itu seperti anak kecil yang ketakutan. "Gelap apanya, kau kan bawa lentera di tanganmu, lagipula wajahmu kan sudah mirip dengan siluman, justru mahluk yang ada di sekitar sini yang harusnya takut padamu." Cibir Selir Lisun. Wanita itu memang te

