Kaisar masih berdiri memunggungi Ratu Finix, dia belum menyadari kehadiran wanita itu di ruang tamu. "Ada apa yang mulia tiba-tiba mencari ku?" Kaisar Lee segera menoleh ke asal suara. "Finix..." Sapanya pada wanita itu. "Iya yang mulia ada apa?" "Tidak... aku hanya merasa sudah lama tidak mengunjungi mu, jadi ingin datang saja pagi ini, apakah kau ada waktu untuk kita sekedar minum teh bersama?" Kenapa pria ini berlaku begini di saat dirinya ingin membenci setengah mati? Dia tidak ingin luluh lagi dengan tatapan lembut pria itu, dia harus menguatkan hatinya untuk tidak tergoda dan lemah lagi. "Finix... Kenapa kau diam saja?" Suara Kaisar Lee segera membawanya kembali menjejaki dunia nyata, "ah... Maaf yang mulia, tentu saja aku ada waktu." Dia menerbitkan senyum tipis di bibirn

