Suara genting yang di injak hancur, membuat Susan Xie meningkatkan kewaspadaannya, padahal dia baru saja memejamkan matanya untuk tidur. Huangyi segera masuk ke dalam kamar tuannya untuk memeriksa, "yang mulia... Yang mulia tidak apa-apa?" Susan Xie menggeleng, "ayo kita periksa keluar." Huangyi menarik lengan Susan Xie agar berhenti, "jangan yang mulia, itu sangat berbahaya." Tak lama suara gaduh itu kembali terdengar, seseorang seperti tengah berlari-lari ke atas sana. Merasa penasaran, Susan Xie berlari keluar dan tak mengindahkan peringatan Huangyi. Setelah di luar, dia mengangkat kepalanya, melihat sosok berbaju hitam di atas atap. Rambutnya berwarna putih, dan wajahnya tertutup cadar. "Siapa kau!" Teriak Susan Xie seperti tak mengenal rasa takut. Huangyi yang ada di belak

