Sebelum membaca novel ini, kalian harus baca terlebih dahulu novel "Menikahi Parmi" ya. Biar paham alurnya dan tidak kebingungan sendiri. Selamat membaca? Parni menikmati waktu sore yang sejuk sambil bermain dengan ketiga keponakan kembarnya. Wajahnya tersipu malu, dadanya sedari pagi turut berdebar. Nanti malam, keluarga besar Iqbal akan melamarnya. Tidak pernah disangka-sangka, akhirnya sebentar lagi ia akan menikah dengan Iqbal. Tidak apa jika duda, asal baik dan bertanggung jawab, juga mencintainya. Parni yang awalnya ragu, menjadi yakin setelah Iqbal membawa Parni berkunjung ke rumah keluarga besar Iqbal. Mengenalkannya sebagai calon istri. Betapa bahagianya Parni saat itu, bahkan hingga hari ini rasanya udara dalam dadanya berlomba ingin keluar, menikmati kelegaan menanti jodoh y

