"Ibu ... AWAASS!!" "Huuuhhaaahhaa ... hhu ...." Napasnya memburu, ia tersentak dari tidurnya, duduk bersandar pada kepala ranjang. Masih dengan mengerjapkan mata beberapa kali. Ia mencoba melihat sekeliling, dimana adiknya masih tertidur dengan pulas. Detak jantungnya masih berdetak cepat, bahkan kini ia benar-benar khawatir. Ia mencoba memejamkan kedua matanya kembali, namun tidak bisa. Mimpi tadi seakan terjadi ,tepat di depan mata kepalanya sendiri. Ibu sambungnya tertabrak mobil. "Astaghfirulloh." Ia menggelengkan kepalanya, sambil mengusap dadanya. Kini ia turun dari ranjang, melangkah menuju kamar mandi. Ia mengambil air wudhu, lalu melaksanakan sholat tahajud. Ternyata sedari kecil kedua orang tuanya sudah mendidik Angkasa untuk sholat malam jika sedang bermimpi buruk. "Ya Al

