Part 20

1870 Kata

Selamat membaca. Siapkan tisu ya. Parmi menatap rintik hujan dari jendela kamarnya, sudah setengah jam ia duduk berdiam diri di sana. Bunga-bunga yang ia rawat tampak segar, saat dibasahi oleh tetesan air hujan. Bunga-bunga itu, ia rawat dengan baik, menyiramnya, memberikan pupuk, meggunting daun yang busuk atau layu. Bahkan Parmi baru saja berhasil mencangkok tanaman buah jambu biji. Dalam lamunan ia tersenyum tipis. Jika suatu saat pernikahannya berakhir, siapa yang akan mengurus semua tanamannya? Ibu mertuanya, hanya sebentar minat merawat tanaman, selebihnya mertuanya lebih senang dengan aktifitas merajut dan gym. Ia membuka telapak tangannya, memandang jepit rambut berwarna merah, pemberian Angkasa yang sedari tadi ia genggam. Ah...anak sambungnya itu sangat perhatian padanya. Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN