Selamat membaca. Parni berjalan beriringan dengan Luna. Menikmati hembusan angin malam yang menerpa kulitnya. Luna tidak mengeluarkan suara sedikit pun, begitu juga Parni. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Lalu lalang kendaraan dan asap ngebul ikut menemani langkah keduanya untuk pulang ke rumah. Jika Luna sibuk memikirkan keadaan Parni yang menyedihkan, maka berbeda dengan Parni yang saat ini memikirkan omong kosong dokter tadi siang yang mengatakan bahwa dirinya hamil. "Mbak Parni jadi sekarang bagaimana?" tanya Luna. "Pasti dokter itu berbohong," jawab Parni dengan pandangan lurus ke depan. "Tapi bukannya garis dua itu tandanya positif, Mbak?" Luna kembali menatap Parni sengan serius. "Tapi samar'kan? Test pack bisa saja salah," ucap Parni lagi. "Mbak ga mau periksa ke

