Beli selasih di warung bu Mimi Terimakasih untuk yang nungguin Parmi. **** "Beneran ini kamu, Bu?" tanya Anton lagi sambil menatap penuh pesona pada makhluk di depannya. "Iya, ih! Nih, lihat kutunya udah bersih!" seringai Parmi sambil memperlihatkan kepalanya yang sudah bersih. "Cantik gak, Mas?"  Anton mengucek matanya berkali-kali. Ia masih tidak percaya dengan pandangannya. Ia masih mengira, bahwa saat ini ia dalam kehaluan yang hakiki. "Ini beneran, ibu?" tanyanya lagi semakin mendekat ke arah Parmi. Bahkan hidungnya membaui sesuatu yang sangat segar. Harum parfum badan yang begitu dinikmati indera penciumannya. "Ini, lihat! Semak belukarnya masih rimbun!" Parmi menyeringai sambil mengangkat tangannya tinggi. Hingga nampaklah sesuatu yang rimbun. Anton terkekeh. Tidak salah

