Perjanjian

1535 Kata

Adera kembali menggerutu dalam hatinya. Gadis itu tidak mengerti dengan orang-orang yang ada lift ini. Apa tidak ada pembahasan lain apa? "Iya sih, coba kalau dia bukan CEO kita. Udah pasti gue jebak, satu malam sama dia gue rela, diapain saja juga boleh. Hehehehe.” Demi Tuhan, Adera merasa jijik, ngapain sih begitu amat sama Pandhu. Lagian ngapain juga jadi cewek murahan bangat melihat cowok tampan. Ihh, Adera semakin kesal saja. “Iya shay, jadi penasaran seberapa tahannya pak Pandhu di atas ranjang.” Adera menghela napasnya, astaga ada apa dengan karyawan pria itu. Kenapa pagi-pagi pembahasan mereka sudah 21+ Adera menekan ludahnya. Rasanya Adera ingin menghilang saja, dasar kurang ajar. Mereka menelanjangi Pandhu. Padahal dirinya saja belum pernah berpikir sejauh itu. Adera menghem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN