*** “Pesta dansa” Jaes datang bersama Carl, untuk menghadiri sebuah acara pesta dansa bersama. Berpakaian dengan begitu anggun dan menarik, seakan menambah aura kecantikannya. “Nona sangat cantik” puji Carl. Carl kali ini sudah masuk dalam perangkap Jaes. Jaes memanfaatkan keberadaan Carl untuk perlahan membalaskan dendamnya, atas kematian sang kakak. Tuan pun sangat tampan, aku suka.. Jaes membelai area d**a milik kepunyaan Carl. Melihat keberanian Jaes, Carl pun meraih tangan Jaes. “Apakah nona Jasmeen tertarik untuk minum bersamaku?” Carl menyentuh wajah Jaes dengan kedua tangannya, dan mengendus area leher Jaes. Jaes bergidik, ia sebenarnya tidak menginginkan hal ini. Tuan… aku ingin tahu tentang keluargamu, tidak bisakah tuan memperkenalkanku dengan keluarga tuan? “tentu nona

