********** Karina tak bisa menghentikan senyum di wajahnya. Setelah merasakan ketegangan sejak semalam, akhirnya ia bisa merasa lega. Dua bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan, tepatnya sebulan setelah Karina resign dan tentunya itu adalah permintaan Bara. "Nggak apa - apa Mas secepat ini? Apa nggak terlalu buru - buru?" Karina sedang duduk lesehan bersebelahan dengan Bara. Acara utama lamarannya sudah selesai, saat ini para tamu undangan sedang menikmati hidangan. "Memangnya kenapa? Kamu keberatan?" Karina ragu sesaat namun kemudian ia menggeleng. Ia sih senang - senang saja, tapi ngurusnya itu loh. "Tapi apa sempat ngurusnya? Mas-kan sibuk, Aku juga masih kerja sebulan lagi, kalau nyiapinnya cuma dalam waktu sebulan takutnya kepepet." Bara masih nampak santai, ia hanya m

