Empat puluh delapan

2214 Kata

Ratu 48 Lima belas menit menjelang pukul empat, Prabu Damar Anggabaya kembali ke kantor tanpa Putri yang sebelum ini berangkat bersamanya melainkan bersama dengan seorang manajer bagian pemasaran yang sering Ratu panggil Pak Edi. Begitu si tampan lewat di depan meja kekasihnya, Ratu masih belum sadar dengan kedatangan Prabu dan masih sibuk menatap lembaran purchase order (PO) atau pesanan pembelian untuk distributor mereka yang berada di Cina. Sesekali Ratu memastikan angka yang tertera di layar sama dengan lembar di hadapannya baru kemudian melanjutkan lagi mengetik.  Hampir tujuh tahun berkutat di bidang yang sama membuat Ratu mampu mengetik ala dua belas jari. Namun sesekali dia mesti memastikan ketikannya benar karena bila menyangkut tentang angka dan terjadi kesalahan, dia adalah or

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN