Dua hari telah lewat dan menyaksikan sosok emak kucing yang tergopoh-gopoh datang membawa seekor kucing yang mengeong lemah membuat Sultan menggelengkan kepala. Entah apa yang terjadi hingga wanita slebor di hadapannya itu begitu sulit dihubungi. Ketika bertemu, yang dia dapatkan adalah seekor kucing kurus, sekarat dan nyaris mati, berlumuran feses hingga membuat matanya mendelik, serta seorang emak durhaka yang sebelum ini punya janji setia untuk mengasuh kucing semi liar itu dengan benar. Sultan juga bisa melihat bahwa sepanjang lengan kanan Ratu terdapat baret yang masih berdarah. Dia terlalu panik hingga abai pada lukanya sendiri. "Ntar diperiksa. Siapa tahu kucing yang nyerang Broto sama kamu itu ada penyakit. Tapi saran aku, tetep harus disuntik." Ratu yang masih memandangi Broto

