Sudah lewat pukul satu siang saat Ratu berdiri di pelataran parkir sebuah minimarket bernama Maret-Maret. Sebuah panggilan masuk ke ponselnya yang amat sederhana, dan ia menghela napas waktu tau siapa yang menelepon, sang CCTV nan cantik jelita alias Indira Putri Waluyo, sang adik tiri semata wayang. Kemana aja, sih? Cepetan napa? Gue haus. Putri yang mengiriminya pesan. Apa mesti dia membalas kalau saat ini hujan tengah turun dengan lebat? Kembali ke kantor dengan risiko tubuh basah kuyub adalah hal yang tidak memungkinkan. "Mbak, masih ujan. Duduk aja dulu." Suara lembut seorang pramuniaga bertubuh mungil dan sedikit montok menyapa. Ratu mengulas senyum tipis kala gadis itu bergerak menarik sebuah kursi besi yang dicat warna putih lalu mempersilahkan Ratu untuk duduk. "Nggak usah,

