Ayah, Aku berhasil. Bintang, Aku tahu yang pernah kau maksudkan. *** Bintang selalu menghela napas panjang lebih dulu ketika selesai kegiatannya di luar rumah. Sebelum mengeluarkan diri dari kurungan mobil, ia harus siap melebarkan senyuman untuk Khumaira dan ibunya. Bintang tahu Ifa sama sekali tak membantu meringankan beban kehidupan ini untuknya, tetapi ia tetap tak mau membawa pulang semua masalah di luar untuk dikumpulkan jadi bom aktif dengan hitung mundur kapan waktunya akan meledak. Bintang siang ini tak menemukan Ifa di pekarangan depan. Bintang pikir istrinya itu mungkin saja tidur siang, bahkan gambaran Ifa bergelung selimut hingga batas leher membuahkan senyuman di wajahnya. Kadang ada kalanya Bintang takut bertemu Ifa. Takut kehadirannya membuat Ifa tak nyaman. Bintang

