Gadis laman ponsel

1686 Kata

Ayah, Kupikir aku-lah tokoh antagonisnya. *** Ifa sangat butuh jawaban tentang urgensi Bintang menduduki takhtanya. Ia menunggu ibu mertuanya menghela napas kemudian melunturkan semua tembok tegar yang selama ini beliau pakai. “Sejujurnya Ifa. Keinginan Abimayu sama seperti keinginanku. Kami telah menghadapi banyak hal bersama. Saat Abinaya menyarankannya melepaskanku di awal pernikahan, dia tetap mempertahankan, menunggu hingga tahun-tahun berlalu, menerima cemooh semua anggota keluarganya. Kami mengalami ujian yang berat sekali dalam pernikahan. Dan sekarang, sikap enggan Bintang terus memaksa Abimayu untuk tetap tegak berdiri menjadi benteng yang selalu melindungi.” Nyonya Rani menghela napas lagi. “Kau tak akan bisa mengira betapa lelahnya dia.” “Anda berdua sangat hebat,” puji If

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN