Keyza tampak menggeliat ketika azan subuh berkumandang. Tubuhnya terasa segar dan tidak begitu sakit. Ia telah tidur cukup banyak dan pulas sekali. Wanita itu segera menyibak selimut dan turun dari ranjang. Keyza kemudian menghampiri ibunya yang berada di dapur seraya bertanya, “Mami sudah salat subuh?” “Sudah,” jawab Mami Rosa singkat tanpa menoleh sedikit pun. Keyza melihat sikap ibunya berubah jadi dingin dan tidak hangat seperti biasanya. Setelah menunaikan dua rakaat, ia kemudian menuju ke dapur untuk membantu membuat sarapan. “Apa yang bisa kubantu Mi?” tanya Keyza sambil menatap ibunya dengan saksama. “Tidak ada.” Lagi-lagi Mami Rosa memberikan jawaban yang singkat. Keyza semakin tidak mengerti akan sikap ibunya yang tiba-tiba berubah jadi ketus, pendiam dan dingin. Padahal

