Ketika sampai di vila, Devan dan Keyza sudah disuguhkan teh panas dan cemilan oleh Bi Asih. Mereka kemudian menikmati minuman itu untuk menghangatkan badan. "Kita ke sana yuk!" ajak Devan sambil menunjuk sebuah sofa di depan perapian. Keyza tampak mengangguk dan mengikuti Devan. Ia segera melepas sepatu sehingga telapak kakinya menyentuh hamparan karpet bulu yang terasa lembut sekali. Kemudian duduk di atas sofa empuk itu dengan perlahan. Sambil menunggu hujan reda dan jam pulang kerja. Mereka kemudian terlibat obrolan santai dengan menikmati teh aroma melati. Devan meletakan minumannya di atas meja seraya bertanya,"Mau gula-gula?" Ia kemudian mengambil sekotak permen jahe. Sambil menggeleng Keyza pun menjawab, "Tidak usah, teh hangat ini sudah cukup." Hawa hangat mulai menyelimuti

