Mentari tampak mengintip di balik bukit, perlahan dan pasti cahanya kian meninggi. Sinarnya yang hangat menyeruak langit biru. Dari pepohonan yang rindang nan hijau, burung-burung pun berkicau merdu. Sungguh pemandangan pagi ini begitu indah dipandang mata. Dari jendela kamar yang terbuka, Mami Rosa menikmati suasa pagi sambil tersenyum. Terlihat sebuah asa dan semangat hidup yang terpancar dari sorot matanya. Ia berharap tempat ini bisa menjadi titik balik kehidupannya bersama Keyza menjadi lebih baik lagi. Tanpa bayang-bayang masa lalunya yang begitu kelam. Sementara itu Keyza sudah bangun dari subuh. Setelah menunaikan dua rakaat, gadis itu mulai sibuk di dapur. Memasak air panas dan nasi serta dengan lauk seadanya. “Mami sarapannya sudah siap,” ujar Keyza sambil meletakan nampan ya

