47. Something Different

1157 Kata

“Dilan! Dilan!” Dia tak bisa mengabaikan jika yang memanggilnya gadis menyebalkan itu. Dilan mendadak berhenti dan berbalik dengan cepat sehingga gadis itu membentur dadanya. “Auh!” Bunga memekik lirih sembari mengusap kepalanya. Diam-diam Dilan menyeringai geli, wajahnya kembali dingin saat Bunga mendongak menatapnya. “Dilan, lain kali bilang dong kalau mau berhenti! Bunga bisa menghindar ... eh, buat apa menghindar?” Bunga menggaruk kepalanya bingung. Dia tersenyum malu-malu, mengerjabkan matanya polos pada cowok yang ditaksirnya mati-matian. “Bunga akan selalu menanti Dilan datang dan mengatakan cinta pada Bunga.” Dilan malas menanggapi perkataan bodoh itu. Dia menoyor kepala Bunga untuk menjauhkannya darinya. “Berhentilah bermimpi.” “I’m not. Bunga sadar kok. Amat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN