Xiao Linlin terdiam. Ia mengingat bahwa ia terlambat datang bulan hampir 6 bulan lamanya. Tiba-tiba ia berdiri dan masuk ke kamarnya dan mengeluarkan testpek dari ruang angkasa nya. Lima menik kemudian matanya melebar melihat dua garis merah di sana. Ia memaki Wu Young yang b***t itu. Bagaimana pun bayi ini sudah ada nyawanya, tak mungkin ia menggugurkan nya. Ini seperti kejadian dengan Wu Rui, bedanya wu rui menahannya sedangkan wu young hanya melampiaskan hasratnya kepada dirinya. Ia menekan tombol panggil ke nomer putranya Wu Kui, untuk menyuruh kakak-kakaknya pulang, dan mengurusi semua bisnisnya di kerajaan Tong Shi. Ia berencana kembali ke istana surgawie dewa untuk sementara. Dalam hitungan detik iapun menghilang. "Kemana ibu? Kenapa ia tak keluar lagi?" Tanya Wu Xianie , cemas. T

