Afisya tetap diam , menatap kosong jalanan yang mulai masuk pada area jalan tol . Salah satu tempat yang Afisya suka . Salah satu tempat yang dapat membuatnya tenang , entah hati atau pikiran nya . Sekilas Afisya mengingat kenangan dirinya beserta keluarga ketika sedang berada di jalan tol . Sebenarnya itu bukan kenangan indah , akan tetapi hal itu tidak dapat membuat Afisya jera terhadap perjalanan nya di setiap jalan tol yang dia lewati . Pada saat itu dia melakukan perjalanan pada malam hari dari rumah nenek nya dan akan kembali ke rumah nya . Dijalan tol , sebelum kejadian ban mobilnya pecah mendadak . Angkasa kecil yang duduk di depan , tepat nya dipangkuan Ayah berkata ; "Yah itu ada kepala . Kasian darah nya banyak ." begitu lah sekira nya yang Angkasa kecil ucapkan . Dan tak l

