Lima tahun kemudian. Getaran ponsel yang berada di atas nakas, membuat Rendi terganggu dari tidur nyenyak nya. Rendi langsung mendengus kesal saat melihat nama pemanggil yang ada di layar ponselnya. 'Papi 'ganteng.’ Gumam Rendi. “Iya Papi, aku akan menemuinya sebentar lagi. Tidak bisakah papi membiarkan aku untuk mengobati luka di hatiku terlebih dahulu. Baru papi mencarikan jodoh untukku.” Cerocos Rendi tanpa henti. “Ren. Kamu coba temui dia dulu nak. Siapa tau kamu langsung mencintainya, saat bertemu nanti.” Andrian mencoba membujuk putranya tersebut. “Iya. Iya Pi. Aku akan segera bersiap.” Rendi langsung bangkit untuk membersihkan tubuhnya. Hampir enam tahun,Rendi tinggal di Bali untuk mengurus anak perusahaan milik Papi nya. Semenjak meninggalkan Shelina, Rendi menenggela

