Rendi mulai mendapatkan kesadarannya, saat Sandara masuk kedalam ruang perawatan Rendi. “Bagaimana keadaan mu Mas?” Sandara duduk di kursi dekat tempat tidur Rendi. “Sama seperti kemarin San, mungkin lebih parah.” Rendi tersenyum getir. Ia masih bisa mengingat perkataan Shelina semalam. Pernikahan gadis itu dilaksanakan pagi ini. Sedangkan jam menunjukkan pukul dua siang. “Maafkan aku mas. Seharusnya aku mengikuti kata hati ku untuk membantu mu dan Shelina. Tetapi mas Marco melarang ku. Dia tidak ingin aku kembali masuk kedalam kehidupan Eka. Tetapi itu adalah satu-satunya jalan untuk menghentikan ini semua. Ini semua terjadi juga karena salahku.” “Sudahlah San. Tidak ada yang perlu di sesali lagi. Semua sudah terjadi, mungkin Shelina memang bukan jodohku.” “Tetapi semua ini terja

