Yudi menangis nyaring di dalam pelukan Arjuna. Putranya yang telah hilang selama empat tahun lebih. Dunianya yang dulu kelam, sekarang sudah mulai bercahaya kembali. Ditambah lagi, ia bisa melihat mata indah Sandara yang ada pada Arjuna. “Ayah sudah mencari mu kemana-mana sayang, Ayah sangat merindukanmu. Ayah mohon nak, jangan tinggalkan Ayah. Ayah tidak sanggup kehilangan mu nak, Ayah tidak ingin lagi kehilangan sesuatu yang berarti bagi Ayah. Cukup Ayah kehilangan Ibu mu.” Arjuna melepaskan pelukan Yudi, dan berlari ke arah Shelina. Arjuna berlutut dan bersujud di bawah kaki Shelina. “Bunda, aku mohon izinkan aku hidup dan besar di tangan Ayah. Ayah tidak memiliki siapa-siapa selain Juna. Bunda sebentar lagi menikah dengan Ayah, Bunda bisa memiliki anak yang lainnya untuk penggan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


