Perjuangan

1392 Kata

Sandara menghembuskan nafasnya berat. Ia meletakkan ponsel di atas meja yang ada di hadapan Marco. “Kenapa?” Marco menaikkan satu alisnya menatap Sandara, yang sedang menekuk wajahnya. “Tadi aku sempat memiliki sebuah harapan terhadap seseorang. Namun, karena dosa ku di masa lalu, membuat aku tidak bisa menghubungi nya lagi.” “Setiap orang memiliki masa lalu San. Mas yakin, jika kamu terus mencobanya, pasti ada maaf untuk mu. Siapa yang ingin kamu hubungi?” “Ibu Shelina mas.” “Shelina tidak mungkin berada disana San. Bukankah kita sudah mencari semua keberangkatan atas nama Shelina.” “Tapi tidak ada salahnya mencoba mas. Waktu di rumah sakit, Ibu Shelina sempat menghubunginya. Dan mengatakan, Revan akan menjemput Shelina ke sini jika dia tidak sibuk. Bisa saja kan, mereka pergi den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN