Part 38

1176 Kata

°° "Assalamualaikum," ujarku seraya memasuki ruangannya. "Waalaikumsalam Fa, ayo masuk-masuk," ujarnya ramah. Erika ini memang sedari dulu sosoknya sangatlah ramah dan periang kami juga sering berjalan berempat bersama Rania dan Nabila. Tapi semenjak Erika yang memutuskan untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter membuat kami harus terpisah. "Gimana kabarnya bumil satu ini," "Bisa aja sih kamu Rik, kamu apakabar?" "Alhamdulillah sangat baik Fa," "Alhamdulillah," "Yuk aku periksa dulu," aku mengikuti langkahnya menuju brangkar rumah sakit. Erika meletakkan semacam alat pendeteksi ker perutku, di layar monitor terlihat janinku yang kini sudah terlihat, "Sudah memasuki bulan ketiga Fa?" kata Erika sambil terus mengamati layar monitor. Aku begitu bahagia kala melihat sebuah ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN