================================ Aku bukannya tuli, tapi hanya tidak ingin mendengar kenyataan. ============ Bagian 32 ::::::::::::::::: Aneh, pertanyaan pertama yang terlintas dalam otakku adalah ... kenapa mereka bisa berangkat bersama? Kenapa Sirena kenal Tania dan yang lainnya? Lalu ... apa maksud mereka mengajakku dan juga mengundang Arisen bersama ... mantannya? Eh, aku juga mantan Arisen. "Lama lo," ucap Tania dengan kekehan kecil. Sirena tampak mendekat dan tersenyum miring menatapku. Eh, hanya perasaanku saja, mungkin. "Sorry, di jalan lumayan macet. Lagian Arisen juga telat jemput." Oh, beneran berangkat bersama. "Lo juga ngapain minta jemput? Gue udah bilang kalau gue telat bentar." Oh, jadi Sirena yang maksa. "Ya tapi lo mau juga, 'kan?" Iyalah, mana pernah Arisen

