H[b]E : 30

1031 Kata

================================= Harusnya kita menatap ke depan dengan begitu percaya bahwa akan ada secercah cahayanya yang menyambut. Namun, sayang, kepalaku tidak bisa berhenti menengok kebelakang meski hanya sesekali. ============= Bagian 30 ::::::::::::::::: Tidak menyangka adalah dua kata yang sangat cocok untuknya saat ini. Terlebih menatap Revan dan anak laki-laki bulenya itu. Wajah mereka memang mirip, bisa-bisanya aku tidak sadar kalau anak ini mirip dengan Revan. Eh, tapi ... Nayla saudaranya Revan?! Perasaan Nayla tidak pernah mengatakan apa pun dulu, bahkan ketika– sudahlah, tidak penting bukan? "Lo udah punya buntut, njir!" ucap Arisen dengan begitu enaknya. Mataku refleks melotot dan melirik Elga yang duduk di pangkuan Revan. "Iya, gue juga nggak tahu bisa ada buntut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN