Dua satu

1373 Kata

8 bulan Musa di Papua Syafa menatap lesu pesan di ponselnya, sejak hari dimana Musa mengiriminya video, sampai detik ini Musa belum juga menghubungi Syafa. Pesan yang Syafa kirim belum juga berubah dari ceklis 1 menjadi ceklis 2 bahkan ceklisnya berubah warna pun belum. Yang Syafa dapat lakukan hanya memutar ulang videonya. Sesekali Syafa menangis, sesekali Syafa terkekeh pelan. Syafa bagaikan wanita depresi di tinggal nikah padahal Musa hanya pergi tugas. Syafa tidak menyalahkan Musa pergi tugasnya, namun Musa tidak ada kabar. Jujur. Syafa khawatir. "Fa. Afa. Itu Casum lo bukan sih" perawat Hesti menunjuk ke arah televisi Syafa menutup mulutnya, kaget. Di salah satu stasiun televisi Musa tampil. Namun, lihatlaah Musa ada di televisi dengan wajah yang ada darahnya, pakaiannya acak acak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN