Dua lima

1263 Kata

Perempuan dengan seragam kebanggaan berwarna hijau pupus yang melekat pada tubuh rampingnya menyeka keringat. Kegiatan perdananya ini sangat sangat sungguh melelahkan. Syafa mengambil kursi ke 100 jatahnya untuk membereskan kursi di Ruang Makan hari ini. Besok, sang mamah mertua alias KASAD akan berkunjung ke kesatuan yang kini di tempati Syafa. Syafa menghela nafas lelah. "Izin Ibu. Maaf, kok Ibu Musa dimari? Bukannya maaf istri perwira bertugas untuk membuat cendera mata di rumah masing masing Danyon ya ibu?" Tanya perempuan yang mengenakan pakaian sama seperti Syafa dengan aksen betawi Syafa tersenyum lembut, lalu kembali menyeka pelu di dahinya. Untung saja Syafa mengenakan kerudung, jadi rambut Syafa tidak akan lepek lepek banget. "Gak apa apa Bu. Lagian saya juga baru di sini" b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN