Layla memeriksa isi ponselnya dan dia tidak menemukan pesan dari Arhan dari seminggu yang lalu, dia sudah mengirimkan banyak pesan ke Arhan dan lelaki itu tidak membalas maupun melihat pesannya. Layla menghela nafasnya memasukan ponselnya kembali ke tas kecil yang dia bawa, menggeret kopernya dengan lunglai. Sepertinya hubungannya ini diambang batas jika terus begini. Layla menghentikan taksi, Layla tidak memberitahukan keberangkatannya dari semua orang dan langsung pulang. "Layla?" Layla mendongak menatap mata sang supir dari kaca kecil itu, "ya?" "Ah-- eee-- nggak, cuma memastikan itu lo" "Abang kenal gue?" "Kenal tapi lo nggak mungkin kenal gue" Layla tersenyum tipis, "mau kemana nih?" Layla memberikan alamat rumahnya dan mobil itu langsung melaju pelan, "di sini belum liburan

